Legine Bener-Bener Asli

Sabtu, 26 Juni 2010



Konfigurasi Wireless Access Point

Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor he.. he..
Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password defaulttelah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.
Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
  1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
  2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access(WPA)
  3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
  4. dsb
Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.
Upgade Firmware
Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update.
Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik sumbit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README.
Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:
  1. Access Point (fungsi default)
  2. Client Bridge Mode
  3. Repeater Mode
AP dan Komputer Server
Saat ini AP telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk:
  1. Pengelolaan user
  2. Pengelolaan akses
  3. Proxy dan Firewall
  4. Pengelolaan authentifikasi
  5. Mencatat log/history akses
  6. Menyediakan fitur billing


Membersihkan Virus Facebook

Filed under Sains & Teknologi
Gunakan Windows Jika Anda Ingin Bermain-main Dengan Virus
Mungkin ini pepatah yang tepat bagi anda yang sering terkena virus, terutama bagi anda yang sudah merasakan dampak dari virus facebook
Sebuah virus komputer memanfaatkan popularitas Facebook untuk menyerang korbannya. Virus ini sering disebut Virus Facebook. Simak cara-cara membersihkan Virus Facebook alias W32/Obfuscated.D2!genr dan Antispyware Security Tools –antispyware palsu– yang menemaninya dalam artikel Vaksincom berikut ini:
  1. Disable system restore selama proses pembersihan
  2. Disconect komputer dari jaringan/internet
  3. Sebaiknya lakukan pembersihan pada mode “safe mode”
  4. Install software “unlocker” (download di FileHippo)
  5. Matikan proses virus yang aktif dimemory, gunakan tools “Security Task Manager”, silahkan download tools tersebut di Neuber.com. Mematikan proses virus dengan “security task manager”
  6. Fix registry, untuk mempercepat proses perbaikan registry silahkan salin script dibawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama [repair.inf]. Jalankan file tersebut dengan cara:
    • Klik kanan [repair.inf]
    • Klik [install]
    [Version]
    Signature=”$Chicago$”
    Provider=Vaksincom
    [DefaultInstall]
    AddReg=UnhookRegKey
    DelReg=del
    [UnhookRegKey]
    HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
    HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
    HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
    HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
    HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”regedit.exe “%1″”
    HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”
    HKCU, Software\Microsoft\Internet Explorer\Main, tart Page,0, “about:blank”
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon,userinit,0, “userinit.exe”
    [del]
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run,reader_s
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run,47543326
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run,PromoReg
    HKCU, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run,reader_s
    HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,EnableProfileQuota
    HKLM, SOFTWARE\AGProtect
    HKLM, SOFTWARE\47543326
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Network, UID
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion, Rlist
    HKU, .DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\{43BF8CD1-C5D5-2230-7BB2-98F22C2B7DC6}
    HKU, .DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\{8FFA689D-2C2B-2B2E-D865-74C04CA4EF06}
  7. Hapus file yang dibuat oleh virus dengan terlebih dahulu menampilkan file yang tersebunyi. Kemudian hapus file berikut:
    C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\47543326
    C:\Documents and Settings\Elvina\Start Menu\Programs\Security Tools.lnk
    C:\Documents and Settings\Elvina\Desktop\ Security Tools.lnk
    C:\Documents and Settings\Elvina\Application Data\ wiaservg.log
    C:\Documents and Settings\Elvina\Local Settings\Temp\*.tmp
    C:\WINDOWS\Temp\ wpv311256600826.exe
    C:\WINDOWS\Temp\ wpv411256806849.exe
    C:\Documents and Settings\%user%\reader_s.exe
    C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu\Programs\Startup\isqsys32.exe
    C:\WINDOWS\system32\reader_s.exe
    C:\Windows\system32\wbem\proquota.exe
    C:\windows\system32\sdra64.exe
    C:\Windows\system32\lowsec
    local.ds
    user.ds
    user.ds.lll
    Catatan:
    Untuk menghapus folder [C:\Windows\system32\lowsec] dan [C:\windows\system32\sdra64.exe], gunakan tools “unlocker” untuk memisahkan proses tersebut dengan proses system windows (explorer.exe dan svchost.exe), karena kedua file tersebut akan menginjeksi file [explorer.exe dan svchost.exe] caranya:
    * Klik kanan pada file [C:\windows\system32\sdra64.exe] atau folder [C:\Windows\system32\lowsec]
    * Kemudian klik menu “unlocker”
    * Pada layar unlocker, pilih opsi [hapus]
    * Kemudian klik tombol [OK]
    * Jika muncul pesan error, di abaikan saja (klik ok)
  8. Hapus file temporary dan temporary interet file, gunakan tools ATF-Cleaner.
  9. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang, scan dengan antivirus yang up-to-date. Anda juga dapat membersihkan dengan menggunakan tools Norman Malware Cleaner atau Malwarebytes Anti Malware.
Cara paling mudah adalah mengganti OS Sarang Virus anda dengan OS lain, Linux atau Mac..
Selamat Mencoba.
Sumner : Detikinet



Waspadai Virus Windows Baru, Koobface 

Filed under Sains & Teknologi
Virus Koobface
Virus Koobface
Para pengguna Windows patut meningkatkan kewaspadaan, pasalnya Kaspersky Lab, perusahaan keamanan internet yang termasuk juga dalam antivirus terbaik tahun 2009 ini, melaporkan terjadinya ledakan Koobface sepanjang bulan Juni. Kaspersky Lab mendeteksi ada lebih dari 575 varian baruKoobface sepanjang tahun ini.
Koobface merupakan worm jahat yang pertama kali terdeteksi oleh Kaspersky Lab sebagai Net-Worm.Win32.Koobface, dan menjadi populer setelah muncul hampir setahun yang lalu dengan menargetkan akun Facebook dan MySpace
Worm Koobface menyebar melalui akun pengguna yang sah ke profil teman-teman mereka. Komentar dan pesan yang dikirimkan oleh worm ini berisi link ke sebuah website palsu YouTube yang mengajak pengguna untuk mendowload “versi terbaru dari Flash Player”.
Kemudian, Worm tersebut akan menginfeksi komputer korban. Setelah terinfeksi, Windows akan mulai menyebarkan pesan ke teman-teman korban. Saat ini yang rentan menjadi sasaran adalah situs-situs jejaring sosial yang sedang naik daun, seperti Facebook, MySpace, Hi5, Bebo, Tagged, Netlog dan, yang terbaru, Twitter.
“Tanda peningkatan aktivitas kejahatan di dunia maya yang melibatkan jejaring sosial di bulan terakhir membuktikan bahwa strategi yang digunakan oleh orang jahat untuk menginfeksi pengguna jauh lebih efektif bila menambahkan konteks sosial dalam penyerangan mereka,” ungkap Stefan Tanase, Peneliti Malware di Kaspersky Lab, seperti dikutip detikINET dari keterangan resminya, Jumat (10/9/2009).
Lebih lanjut Stefan menambahkan, “Juni 2009 menandakan sebuah tonggak penting dalam evolusi malware di jejaring sosial: aktivitas yang kami lihat pada bulan ini melebihi bulan lain di masa lalu.”
Kaspersky Lab memberikan beberapa tips untuk mengantisipasi serangan tersebut:
  • Berhati-hati saat membuka link yang masuk dengan pesan yang mencurigakan, meskipun pengirimnya adalah salah satu teman terpercaya di Facebook.
  • Menggunakan Internet Explorer 7 running in protected mode atau Firefox dengan NoScript diinstal.
  • Membocorkan informasi pribadi sesedikit mungkin. Jangan memberikan alamat rumah, nomor telepon atau detail pribadi lainnya.
  • Tetap mengupdate software antivirus untuk mencegah versi terbaru dari malware menyerang komputer Windows.
sumber : detikinet
Cara paling mudah untuk menanggulangi virus dan 100% pasti berhasil adalah dengan menggunakan Sistem Operasi selain Windows, anda bisa menggunakan Linux, sistem operasi yang bebas dari seranganvirus


Membuat File PDF dengan PDF-Tools

Author: Administrator · Published: April 26, 2007 · Category: Aplikasi Perkantoran dan Teknik 
PDF merupakan salah satu format dokumen yang cukup populer. Dengan format PDF Anda dapat membuat file yang berisi teks dan image, membuat link (baik internal maupun eksternal), serta dapat menambahkan bookmark pada dokumen tersebut. Ada banyak program yang dapat digunakan untuk membuat file PDF, salah satunya adalah PDF Tools yang dapat didownload dari http://www.docu-track.com/. Untuk membuat file PDF dengan menggunakan PDF Tools caranya adalah sebagai berikut:

  1. Jalankan program Office 2 PDF. Pilih tipe dokumen yang akan dibuat menjadi file PDF. Ada tiga tipe yang dapat Anda pilih, yaiu dokumen Word, Excel dan IE.

  2. Klik tombol Add (pada List Operations) dan masukkan file yang akan dibuat menjadi file PDF. Jika Anda ingin membuat banyak file PDF dari banyak file yang terletak pada satu folder, Anda dapat mengklik tombol Folder. Beberapa option lain adalah :
    • Folder For result Files(s), folder yang digunakan untuk menyimpan file PDF
    • Run Default Application For PDF Files After Printing, jika Anda memilih option ini (dengan memberi tanda check) maka setelah proses konversi file selesai maka file tersebut akan dibuka dengan aplikasi yang digunakan untuk membaca file PDF (salah satunya program Acrobat Reader).
    • Save Result to Same Folder, jika Anda memilih option ini maka file PDF akan disimpan pada folder yang sama dengan file sumbernya (file yang akan dikonversi).


Tips Jitu Menangani Virus Makro
Sumber:ilmukomputer.com
Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar.Virus ini ditulis
dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa
pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila
aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada
komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada
komputer bersistem operasi Mac.
Ada beberapa cara menangani virus makro. Berikut langkah – langkah yang dapat diterapkan baik untuk sistem operasi Ms. Windows maupun Macintosh. Apakah anda pernah menemui kejadian – kejadian berkut ketika sedang bekerja dengan komputer anda ? Jika ya, maka anda perlu waspada. Karena kejadian – kejadian ini adalah gejala – gejala yang umum terjadi bila sebuah komputer terinfeksi virus makro :
- Ketika anda akan menyimpan sebuah dokumen, maka Microsoft Word hanya menyimpannya sebagai Template
- Ketika anda membuka sebuah dokumen, akan muncul sebuah dialog box berisi nomor 1
- Dalam daftar makro anda, akan muncul nama makro baru. Jika komputer anda menampilkan makro dengan nama Macro AutoOpen dan FileSaveAs, itu artinya virus sudah masuk ke dalam komputer anda
- File Winword6. memuat : ww6=1
- Pada saat anda membuka sebuah dokumen Word atau template, akan muncul pesan yang tidak biasa dan tidak semestinya muncul
Jika anda menemui gejala – gejala tersebut, maka virus yang biasa menyerang dokumen Word ini sudah bercokol dalam komputer anda. Berikut cara – cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasinya.
Cara 1 : Upgrade Sistem Komputer anda menjadi Word 7.0a, Word 97 atau Word 98 Macintosh Edition
Bagi pengguna Windows, jika anda menggunakan Word versi 7.0 untuk Windows 95, cobalah untuk beralih pada Word versi 7.0a. Versi 7.0a akan mendeteksi dan memberikan peringatan, jika file anda ada yang terserang virus makro. Jika anda menggunakan Word dibawah versi Word 95 untuk Windows, maka anda sebaiknya meng-upgrade-nya menjadi Word 97.
Sedangkan bagi pengguna Macintosh yang menggunakan versi 6.0, 6.0.1 atau 6.0.1.a, upgrade-lah menjadi Microsoft Word 98 Macintosh Edition.
Untuk selalu mendapatkan berita terbaru mengenai update produk – produk Microsoft, anda dapat menghubungi Microsoft Sales Information Center terdekat atau mengunjungi web site Microsoft World Wide Offices di http://www.microsoft.com/world-wide/default.htm
Cara 2 : Pakailah Aplikasi “Macro Virus Protection Tool”
Jika anda menggunakan Word versi 6.x (untuk Windows atau Macintosh), pakailah Microsoft Application Note yang disebut Macro Virus Protection Tool. Pada Windows digunakan versi WD1215, dan untuk Macintosh adalah MW1222.
Aplikasi ini memuat sebuah tool yang disebut dengan Scanprot.dot. Tool ini akan mencegah dan memperingatkan jika anda membuka file yang sudah terkontaminasi virus makro. Tetapi yang perlu diingat, aplikasi ini tidak membersihkan makro dari sistem komputer anda.
Macro Virus Protection Tool secara otomatis akan menginstal sejumlah `makro baik` pada template normal (Normal.dot) anda. Makro tersebut adalah : AutoExit, FileOpen, InstVer, ShellOpen.
Cara 3 : Tekan Tombol SHIFT Jika anda Membuka Sebuah File
Jika komputer anda tidak menunjukkan gejala – gejala seperti disebutkan di atas, tetapi anda ingin mencegah serangan virus pada komputer anda, ada jurus sederhana yang bisa dilakukan. Tekanlah tombol Shift ketika anda membuka file yang dicurigai terinfeksi virus makro. Dengan menekan tombol Shift, anda akan mencegah aktifnya Auto Macro. Jika memang file tersebut terinfeksi oleh makro, maka makro pada file tersebut tidak akan di-load.
Cara 4 : Hapus Makro dan Lakukan Recovery Dokumen
Jika anda sudah menemui gejala – gejala di atas pada komputer anda, atau anda mencurigai bahwa komputer anda sudah terinfeksi, jangan panik ! Ikuti langkah – langkah berikut untuk menghapus makro jahat dan memulihkan dokumen anda. Namun perlu diingat, solusi ini hanya bersifat sementara. Karena setiap hari, ada virus makro baru yang diciptakan, sehingga bisa jadi, pada beberapa strain, langkah – langkah berikut ini tidak mempan.
1. Tutup Word dan rename file Normal.dot menjadi Normal.xxx (Windows) atau pindahkan Normal pada desktop (untuk Macintosh).
2. Buatlah back-up atau salinan dari file yang terinfeksi.
3. Buka Word.
4. Pada menu File klik Open.
5. Masuklah ke dalam folder yang mengandung file terinfeksi.
6. Klik atau pilih file yang terinfeksi.
7. Tekan dan tahan tombol Shift dan klik Open.
8. Teruskan untuk menekan tombol Shift sampai file yang terinfeksi dibuka pada Word.
Selanjutnya untuk menghilangkan makro yang jahat, lakukan langkah – langkah berikut :
1. Pada menu Tools, klik Macro.
2. Pada daftar makro, klik All Active Templates.
3. Pilih makro jahat tersebut dan klik Delete. Klik Yes.
4. Ulangi langkah ketiga sampai semua makro jahat dihapus.
5. Klik Close.
Untuk memulihkan teks dari dokumen yang terinfeksi :
1. Blok seluruh isi dokumen dengan menekan Ctrl dan A (Windows) atau Command dan A (Macintosh), atau dengan memilih Select All pada menu Edit.
2. Tanda paragraf terakhir tidak boleh disertakan. Untuk itu tekan tombol Shift dan Panah kiri.
3. Pada menu Edit, klik Copy.
4. Pada menu File, klik New. Pilihlah template yang ingin anda gunakan dan klik OK.
5. Pada menu Edit, klik Paste.
6. Ulangi lima langkah menghapus makro jahat untuk memastikan bahwa virus makro sudah tidak direplikasi lagi.
7. Save dokumen.
Sebagai alternatif jika cara keempat tidak mempan, maka anda dapat mencoba cara ke lima.
Cara 5 : Pergunakan Organizer Untuk Menghapus Sementara Virus Makro
Anda harus selalu waspada. Jika anda membuka file – file lain setelah anda membuka file yang terinfeksi, maka besar kemungkinannya bahwa file sehat anda akan terinfeksi juga.
Untuk menghilangkan virus dari template Normal, ikuti langkah – langkah berikut :
1. Tutup semua dokumen. Jika ada sebuah file aktif sakit yang terbuka, maka dengan mudah virus akan menginfeksi Normal.dot (Windows) atau Normal (Macintosh).
2. Pada menu File, klik Templates, dan klik tombol Organizer.
3. Pilihlah tab Macro. Rename atau hapus seluruh makro berikut : AutoClose, AutoExec, AutoOpen, FileExit, FileNew, FileOpen, FileSave, FileSaveAs, Macros, ToolsMacro.
4. Tutup Organizer.
5. Pada menu File, klik Save All untuk menyimpan semua template.
Sedangkan untuk menghilangkan virus dari dokumen, anda dapat mengikuti langkah – langkah di atas. Pada langkah ketiga, selain menghapus makro dari template Normal, hapus juga makro dari dokumen (template). Ketika anda sudah selesai, klik menu File dan klik Save All untuk beralih pada file berikutnya.
Cara 6 : Sisipkan File Ke Dalam Dokumen Baru
Jika menggunakan cara ini, maka anda perlu me-rename Normal.dot (Windows) atau memindahkan Normal ke desktop (Macintosh). Selanjutnya pada menu Insert, klik File untuk menghilangkan sementara virus makro. Cara ini biasanya paling efektif untuk virus makro jenis CAP yang menyerang dengan memindahkan makro sehat dan Customize dari menu Tools. Sedangkan untuk virus makro jenis NOTE, cara ini tidak sepenuhnya efektif. Karena pada Word 6.x dan 7.x perintah Templates biasanya tidak bekerja.
Untuk menyisipkan file ke dalam dokumen baru, ikuti langkah berikut :
1. Tutup Word dan rename file Normal.dot menjadi Name.dot (Windows) atau pindahkan Normal ke Desktop (Macintosh).
2. Buka Word dan cek apakah Macro dan Customize ada pada menu Tools.
3. Buka sebuah dokumen baru. Selanjutnya pada menu Insert, klik File.
4. Masuklah ke dalam folder yang berisi file yang terinfeksi.
5. Klik file yang terinfeksi.
6. Tekan dan tahan terus tombol Shift dan klik Open. Lakukan hingga file yang terinfeksi dibuka dalam Word.
7. Untuk melihat apakah masih ada makro jahat dalam dokumen yang baru, klik pilihan Macro pada menu Tools. Setelah itu, pada Macros Available In List, klik All Active Templates.
8. Hapus semua file yang terinfeksi. 

Yahoo Messengar

About this blog

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

RSS Subscribe

Cari Blog Ini